Jumat, 02 Juni 2017

Di Solo Kuota Siswa Luar Kota Untuk Masuk SMAN Sebesar 10%

Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah No. 9/2017 perihal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Jawa Tengah termasuk mengatur perihal sistem rayonisasi untuk SMA negeri.

Di Kota Solo, SMA negeri bisa terima siswa baru yang berasal berasal dari luar kota dan luar Provinsi Jawa Tengah bersama kuota maksimal sebesar 10 persen berasal dari kekuatan tampung tiap-tiap sekolah.

Di Solo Kuota Siswa Luar Kota Untuk Masuk SMAN Sebesar 10%


Perihal sistem rayonisasi di dalam PPDB SMA negeri selanjutnya dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo, dikala dimintai konfirmasi, Selasa (30/5/2017).

Menurut Gatot, ketetapan perihal sistem rayonisasi di dalam Pergub perihal PPDB SMAN dan SMKN di Jawa Tengah selanjutnya sesuai bersama Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 17/2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA, SMK, atau Bentuk Lain yang Sederajat.

Rombongan Belajar

Gatot mengakui, Pergub Tentang PPDB SMAN dan SMKN di Jawa Tengah terbit lebih dulu dibandingkan bersama Permendikbud No. 17/2017 tersebut. Sehingga ada lebih dari satu ketetapan di dalam Pergub yang bakal ditunaikan bersama mengatur ketetapan di dalam Permendikbud.

“Karena tentu saja kita harus mengacu pada aturan yang lebih tinggi, di dalam perihal ini Permendikbud. Contohnya, pada jumlah maksimal peserta didik di dalam satu rombongan belajar (rombel), di Pergub mengatur jumlah maksimal peserta didik di dalam satu rombel sebanyak 40 orang, sedangkan di Permendikbud maksimal 36 orang. Tentunya yang dipakai nanti yang maksimal 36 orang,” ungkap dia.

Sementara perihal sistem rayonisasi, Gatot menerangkan, basic yang digunakan untuk pembagian rayon adalah kedekatan wilayah SMA negeri berkaitan bersama kecamatan-kecamatan di sekitarnya. Harapannya, siswa lulusan tingkat sekolah menengah pertama (SMP) atau sederajat yang berdomisili di wilayah selanjutnya bisa mendaftarkan diri di SMA bersama radius terdekat.

“Dasar sebuah SMA negeri terima calon siswa baru di rayonnya adalah kartu keluarga (KK) yang bersangkutan, bukan asal SMP-nya. Harapannya, siswa tidak harus sekolah jauh-jauh berasal dari daerah tinggalnya dan ini termasuk sebagai upaya pemerintah di dalam mengurangi tingkat kemacetan di jalur raya,” imbuhnya.

Sesuai ketetapan di dalam Pergub Tentang PPDB SMAN dan SMKN di Jawa Tengah tersebut, SMA negeri cuma boleh terima siswa baru berasal dari luar rayon bersama jumlah maksimal 35 persen, lalu berasal dari luar kota atau kabupaten maksimal 7 persen, dan berasal dari luar provinsi maksimal 3 persen. Sebaliknya, sebuah SMA harus terima siswa baru berasal dari rayonnya, sedikitnya 50 persen berasal dari keseluruhan yang diterima.

Sedangkan untuk SMKN, Gatot mengakui, sistem rayonisasi selanjutnya tidak diberlakukan. Hal itu bersama mempertimbangkan minat calon siswa baru pada program keahlian yang dipilihnya.

“Karena program-program keahlian di SMK kan berbeda-beda. Tinggal bagaimana nanti calon siswa baru SMK itu memilih program keahlian apa yang mereka mengidamkan dan di SMK mana ada program keahlian tersebut. Karena belum tentu di daerah asal mereka, ada SMK bersama program keahlian yang diminati atau diinginkan,” terangnya lagi.

Dimintai konfirmasi terpisah, Selasa, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Solo, M. Thoyibun, mengemukakan penjelasan senada. Khusus untuk Kota Solo, cuma ada satu rayon.

“Karena jumlah kecamatan tidak banyak dan jarak antarkecamatan di Kota Solo yang tidak sangat jauh, sehingga Kota Solo masuk satu rayon saja,” terang Thoyibun.

Dengan adanya sistem rayonisasi tersebut, Thoyibun menyebutkan, jumlah siswa berasal dari luar Kota Solo yang bisa di terima di sebuah SMAN maksimal sebesar 10 persen. “Sebesar 10 persen itu terdiri atas kuota siswa berasal dari luar kota maksimal 7 persen dan berasal dari luar provinsi maksimal 3 persen,” jelasnya.

Thoyibun yang termasuk menjabat sebagai Ketua MKKS SMA Soloraya selanjutnya memberikan untuk kabupaten-kabupaten lain di wilayah Soloraya, pembagian rayon di dalam satu kabupaten berbeda-beda. 

Sumber Referensi : http://www.solopos.com/2017/06/02/ppdb-2017-kuota-siswa-luar-kota-untuk-sman-maksimal-10-821586

Informasi terbaru hari ini mengenai berita indonesia, sepakbola, moto gp, kesehatan, berita internasional dan lain-lain.


EmoticonEmoticon